PAKET TINDAKAN

KURET

HARGA Rp. 2,900.000,-

Syarat dan Ketentuan:

  1. Hanya berlaku untuk Pasien Umum, Pasien Jaminan Perusahan dan Asuransi
  2. Tidak berlaku untuk pasien BPJS Kesehatan
  3. Belum termasuk Jasa Konsultasi persiapan & kontrol setelah Tindakan
  4. Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya
  5. Paket belum termasuk pemeriksaan Laboratorium & Radiologi sebelum tindakan dilakukan (bila diperlukan menurut kondisi medis pasien)
  6. Dilakukan di Kamar VK dengan keadaan steril
  7. Dilakukan oleh Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan / Obsgyn
  8. Dilakukan secara ODC (One Day Care) – tindakan ringan dapat langsung pulang setelah tindakan
  9. Anestesi dilakukan dengan General Anestesi/ Anestesi Umum, metode tiva
  10. Sudah termasuk Obat-obatan untuk dibawa pulang
  11. Belum termasuk skrining Covid-19 – Antigen
  12. Jika ada Syarat & Ketentuan lain berkenaan dengan Diagnosa Medis pasien, Tarif Paket akan mengalami penyesuaian
  13. Berlaku sampai dengan 31 Desember 2022
Bagikan :

Proses kuret bukan hal yang asing lagi bagi banyak ibu. Ketika mengalami keguguran, wanita biasanya akan menjalani kuret.

Akan tetapi, banyak yang mengatakan bahwa kuret itu menyakitkan sehingga menimbulkan rasa takut dan enggan untuk melakukannya pada orang-orang yang ingin menjalaninya.

 Apa itu proses kuret?

Dalam istilah medis, kuret disebut dengan dilation and curettage (D&C). Kuret setelah keguguran adalah prosedur pembedahan untuk mengeluarkan sisa-sisa kehamilan. Kuretase merupakan prosedur pembedahan di mana serviks (bagian bawah dan sempit rahim) dilatasi (melebar) sehingga lapisan rahim (endometrium) dapat dikikis dengan kuret (alat berbentuk sendok) untuk mengangkat jaringan abnormal.

Akan tetapi, kuret sebenarnya merupakan alat berbentuk sendok yang digunakan untuk mengikis lapisan dinding rahim secara perlahan. Ketika melakukan proses kuret, dokter akan memberi Anda anestesi atau obat bius untuk membuat tubuh rileks. Lalu, dokter akan melebarkan leher rahim menggunakan alat yang disebut laminaria. Alat ini digunakan untuk mengisap cairan di leher rahim sehingga menjadi terbuka dan melebar.Tak hanya itu, dokter juga akan menggunakan obat-obatan untuk membantu melembutkan dan membuat leher rahim Anda mati rasa. Setelah leher rahim terbuka cukup lebar sekitar hampir 4 cm, dokter akan menggunakan kuret untuk membersihkan lapisan dan isi rahim Anda.

Fungsi kuret, apa saja?

Kuret dapat mendiagnosis atau menangani kondisi tertentu pada rahim. Dokter akan merekomendasikan proses kuret jika Anda mengalami pendarahan rahim abnormal, pendarahan setelah menopause, terdapat sel-sel endometrium abnormal. Dalam melakukan tes, dokter akan mengumpulkan sampel jaringan dari lapisan rahim dan menguji sampel di laboratorium. Tes ini dapat mendeteksi hiperplasia endometrium (kondisi pra kanker), polip uterus, dan kanker rahim. Sementara dalam penanganan, dokter akan melakukan proses kuret untuk membersihkan atau mengeluarkan jaringan yang berada di rahim setelah keguguran atau aborsi, menghilangkan hamil anggur, membersihkan semua plasenta yang tertinggal di rahim, dan menghilangkan polip serviks atau uterus. Pada penanganan, dokter akan melakukan kuret bersama dengan histeroskopi.  

Komplikasi pada proses kuret jarang terjadi, namun terdapat risiko seperti perforasi uterus (lubang rahim), kerusakan serviks, jaringan parut pada dinding rahim, dan infeksi. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai apapun kekhawatiran Anda tentang kuret.

Apakah kuret itu sakit?

Kuret tidak terlalu menyakitkan karena prosedurnya biasa dilakukan dengan anestesi atau pembiusan. Namun, tindakan ini dapat menyebabkan kram yang mirip dengan kram menstruasi sehingga dokter akan memberi Anda obat penghilang rasa sakit. Rasa sakit yang dirasakan saat kuret cenderung ringan. Selain itu, untuk sementara waktu, Anda juga akan merasa pusing, mual, bahkan muntah akibat obat bius. Terkadang bercak atau pendarahan ringan dapat terjadi.Akan tetapi, jika Anda merasakan gejala berikut ini setelah melakukan proses kuret, maka Anda harus segera menghubungi dokter:

  • Perdarahan yang berat dan panjang
  • Sakit perut
  • Demam
  • Cairan berbau busuk keluar dari vagina.

Perawatan pasca kuret, bagaimana?

Gunakan pembalut untuk menampung darah pasca kuret

Meski kuret hanya dilakukan selama 10-15 menit, Anda mungkin memerlukan waktu beristirahat selama beberapa jam setelah melakukan proses kuret. Selain itu, perawatan pasca kuret yang sebaiknya Anda lakukan adalah:

  • Bila Anda sudah melewati prosedur kuret dalam beberapa waktu, Anda bisa berlatih berdiri dan berjalan pelan-pelan. Perawatan pasca kuret ini berguna agar darah di sekitar kaki tidak menggumpal. Jadi, kaki pun tetap kuat.
  • Untuk menampung darah setelah kuret, lakukan perawatan pasca kuret dengan memakai pembalut.
  • Beristirahatlah dengan cukup agar keadaan Anda lekas pulih.

Lantas, apa saja yang harus dihindari pasca kuret?

  • Menggunakan tampon, agar tidak infeksi.
  • Membersihkan vagina dengan sabun pembersih sebagai perawatan pasca kuret.
  • Melakukan hubungan seksual kurang lebih selama dua minggu untuk mencegah bakteri masuk ke rahim.

Lalu, berapa lama masa pemulihan setelah kuret? Dalam satu atau dua hari, orang yang melakukan kuret biasanya sudah dapat beraktivitas kembali.

Haruskah melakukan kuret setelah keguguran?

Melakukan tindakan kuret setelah keguguran tentu memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Membersihkan jaringan yang tersisa di rahim
  • Menghentikan terjadinya pendarahan setelah keguguran
  • Mencegah kehilangan banyak darah

Bukan hanya keguguran, kuret juga dapat dilakukan untuk berbagai alasan lain, di antaranya:

  • Membersihkan jaringan di dalam rahim setelah aborsi dan bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan untuk membantu mencegah infeksi atau perdarahan hebat
  • Mendiagnosis atau mengobati perdarahan rahim yang abnormal karena polip, fibroid, ketidakseimbangan hormon atau kanker rahim. Sel-sel abnormal tersebut didapat dengan mengambil sampel jaringan rahim

RIS HOSPITAL

PAKET KESEHATAN